Islam
Apakah Anda pernah merasakan dalam hidup ini betapa indahnya Islam ? Jika belum, rasakan dulu betapa bahagianya seorang muslim hidup di bawah naungan agama terakhir. Seluruh panduan kehidupan tertuang dalam Al Quran. Inilah sumber kebahagiaan hakiki dari pencipta seluruh alam semesta dan isinya, termasuk manusia.
Sayangnya masih banyak orang menggali berbagai ilmu tidak bermanfaat dalam mencari kebahagiaan. Manusia mencari berlian di dalam bumi yang terang padahal berlian itu berada di dalam kamar. Manusia tidak mencari sumber kebahagiaan dari tempatnya.
Islam seperti artinya damai, maka kedamaian di hati akan dicapai dengan memeluk Islam sepenuh hati. Mereka yang tidak pernah merasakan nikmatnya dalam naungan Islam ini karena memandang Islam sebelah mata. Syumuliatul Islam tidak dirasakan dalam dirinya.
Keindahan Islam misalnya bisa dirasakan dalam peribadahan. Betapa indahnya harmoni alam dengan manusia dalam beribadah kepada-Nya. Matahari sudah berjuta tahun mengabdi kepada Maha Pencipta dengan terbit di timur dan tenggelam di Barat. Matahari masih menemani setiap mahluk setiap hari. Dia tidak pernah absen. Kesetiaan mahluk yang namanya matahari ini menimbulkan rasa syukur akan diri dalam merasakan nikmat beribadah kepada-Nya.
Saat sujud dalam shalat terasa sekali syahdunya dalam payung keindahan peribadahan Islam setiap hari. Namun tentu saja rasa bahagia ini dapat direngkuh bagi mereka yang percaya 100 persen akan isi dari panduan hidup Islam.
Bukankah Allah SWT sendiri sudah meridhai Dinul Islam sebagai sebuah panduan kita. Renungkanlah!
PLANET
Planet Mirip Bumi di Temukan...
Jumat, 01 Oktober 2010
Posisi planet itu berjarak 120 triliun mil atau sekitar 193,1 triliun kilometer dari Bumi. Pertanyaannya, bagaimana mereka bisa mengetahui planet itu?
Peneliti dari Universitas California di Santa Cruz, Steven Vogt, dan R Paul Butler, astronom dari Carnegie Institution di Washington mengungkapkan bahwa mereka sama-sama menggunakan teleskop canggih di darat. Namun, mereka tidak langsung menemukan planet harapan itu.
Para ilmuwan rupanya mengamati pergerakan suatu bintang -yang mereka sebut Gliese 581- selama lebih dari sebelas tahun. Bintang itulah yang menjadi orbit dari suatu planet mirip Bumi, yang belakangan mereka temukan.
Planet itu merupakan yang keenam yang ditemukan tim ilmuwan yang mengitari Gliese 581. Menurut Vogt, dua planet lain tampak menjanjikan untuk dihuni. Sedangkan yang lainnya terlalu panas.
Sebaliknya, planet kelima yang mereka temukan malah terlalu dingin. Justru planet keenam yang mereka anggap cocok, sehingga disebut goldilocks. Artinya kondisi planet itu tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas karena posisinya tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh dari bintang.
Tadinya, planet itu akan dinamai Gliese 581g, mengingat bintang yang menjadi pusat rotasi disebut Gliese 581a. Namun, Vogt tidak setuju dengan penamaan itu. "Itu bukan nama yang sangat menarik, apalagi ini menyangkut planet yang indah," kata Vogt.
Dia lebih suka planet itu sesuai dengan nama istrinya. "Saya menyebut planet itu Dunia Zarmina," kata Vogt.
Gliese 581 dianggap sebagai "bintang cebol," hanya sepertiga dari matahari. Oleh karena itu, menurut Butler, Gliese 581 tidak akan bisa langsung terlihat dari teleskop biasa dari Bumi meski berada di konstelasi Libra.
Penemuan para astronom itu dipublikasikan di media Astrophysical Journal dan juga diumumkan oleh National Science Foundation, Rabu 29 September 2010.(Associated Press)(VIVAnews)
SMILE................
SENYUMAN
Dari Abu Dzar ra., Rasulullah SAW bersabda : “Engkau tersenyum di depan saudaramu adalah sedekah” (Riwayat Bukhari dari Kitabul Adab)
Senyum itu sedekah? Begitu mudah untuk mendapat pahala sedekah tanpa mengeluarkan wang ringgit atau peluh ! Tapi, benarkah senyum itu mudah? Senyum adalah luahan batin. Ia merupakan ciri khas makhluk yang bernama manusia. Manusia mudah jatuh hati pada seseorang yang tersenyum. Senyum juga mampu menumbuhkan rasa gembira, menyebabkan hati menjadi damai. Senyum juga mampu mengusir duka.
Sebaliknya, tanpa senyum, orang akan menjauhkan diri dari kita. Manusia cenderung untuk tidak menyukai sikap sombong, angkuh, kasar dan bengis…dan semuanya wujud tanpa senyuman. Firman Allah SWT., “Maka disebabkan rahmat Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali-Imran : 159).
Pengikat Hati.
Senyum adalah sarana pengikat hati, pertautan jiwa. Ia mampu memberi kesan lebih daripada apa yang boleh dilahirkan oleh nilai kebendaan. Harta saja tidak mampu menjadi sarana pengikat hati.
Ini terbukti apabila organisasi ekonomi yang bergelumang dengan kebendaan tidak mampu mewujukan ikatan hati. Kesatuan hati dan jiwa mesti diliputi dengan suasana ruh yang terpancar dari ruh Allah. Itulah cinta. Cinta yang mampu melahirkan senyuman dari dalam hati, yang mampu melapangkan dada.
Cinta yang membebaskan sebarang perbezaan dan berasal dari Najran yang kasar. Tiba-tiba saja seorang Arab Badwi datang dan menarik serban Rasulullah secara kasar. Aku (Anas bin Malik) melihat bahu Rasulullah melecet akibat tarikan kasar orang Arab Badwi itu. Orang itu berkata, “Ya Muhammad, perintahkan agar aku memperolehi harta yang Allah berikan kepadamu.” Rasul menoleh dan tersenyum kepadanya, lalu memerintahkan agar dia mendapat hadiah.
Beragam Senyum.
Tidak semua senyum itu sejati. Ada senyum yang muncul mewakili perasaan (ibtisamah syu’uriyah), ada juga senyum dusta (ibtisamah ghaira haqiqiyah).
Senyum yang lahir dari perasaan adalah senyum sejati. Ia hadir saat seorang Muslim bertemu dengan saudaranya atau menyaksikan peristiwa yang mengundang senyum. Peribadi Rasulullah SAW sentiasa dihiasi dengan sifat ini. Abdullah bin Harits mengatakan, “Saya belum pernah melihat seorang pun yang paling banyak tersenyum daripada Rasulullah SAW.” (Riwayat Ahmad).
Bukhari juga telah meriwayatkan sebuah hadis yang menyatakan bahawa Rasul SAW tersenyum melihat para wanita yang lari lintang-pukang apabila mengetahui Umar bin Khattab ra akan datang. “Engkau lebih keras dan kasar berbanding Rasul SAW.” Kata para wanita kepada Umar ra apabila ditanya Kenapa reaksi mereka sebegitu rupa.
Senyum ketika mendengar berita gembira juga termasuk dalam senyum sejati. Sebagaimana yang dilakukan oleh Abu Bakar ra apabila beliau dipilih oleh Rasul SAW untuk menemani baginda berhijrah ke Madinah. Ketika itu Abu Bakar ra tersenyum hingga menitiskan air mata kegembiraan.
Senyum juga boleh menguntum hasil daripada perasaan kecewa dan sedih. Sebagaimana yang berlaku apabila Rasulullah SAW tersenyum kepada Ka’ab bin Malik (salah seorang dari tiga orang yang tidak turut serta dalam perang Tabuk). Ka’ab mengatakan, “Ketika aku datang kepadanya. Aku memberi salam, dan baginda tersenyum…”
Senyum dusta pula adalah hasil rekayasa (budaya atau dalam perancangan melaksanakan sesuatu). Senyuman yang menghiasi diri sekadar memperolehi manfaat dari orang yang dihadiahkan senyuman. Seperti senyuman seorang jejaka untuk memikat, senyuman para jurujual untuk menarik para pelanggan atau senyuman para peniaga untuk menjaga hati pembeli.
Senyum itu mudah? Senyuman yang tulus itu sukar. Senyuman yang dusta juga bukan suatu yang mudah. Oleh itu senyum yang menjadi sedekah juga bukan semudah yang kita bayangkan. Sesungguhnya, “Senyum itu akan terasa berat dilakukan bagi jiwa yang belum dibiasakan dengan kebaikan….”.(Muhammad Qutb)
Sumber: MihwarOnline.com
Senyum tidak perlu modal, cuma sekelumit rasa ikhlas yang bisa memaniskan senyuman itu. Senyuman yang dilemparkan mampu menyerikan hari insan lain. Mungkin juga mampu menyejukkan hati yang sedang marah atau mampu juga untuk memulakan, menjaga dan memperbaiki sesebuah ikatan.








